Skip to content
  • Beranda
  • Produk
    • 3D Printer
    • Filaments
    • Software
    • Resins
  • Blog
  • Hubungi Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Produk
    • 3D Printer
    • Filaments
    • Software
    • Resins
  • Blog
  • Hubungi Kami

Tag: raise3d indonesia

May 12, 2026May 12, 2026

Seberapa Kuat Hasil Resin 3D Printing? Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Resin

Teknologi 3D printing semakin populer dalam berbagai bidang, mulai dari hobi, desain produk, kedokteran, hingga industri manufaktur. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah resin 3D printing karena mampu menghasilkan detail yang sangat halus dan presisi tinggi. Namun, banyak orang masih bertanya: Seberapa kuat sebenarnya hasil cetakan resin 3D printing? Apakah cukup kuat untuk penggunaan sehari-hari atau hanya cocok sebagai pajangan? Jawabannya tergantung pada banyak faktor. Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang kekuatan resin 3D printing dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan bahasa yang mudah dipahami. Apa Itu Resin 3D Printing? Resin 3D printing adalah metode pencetakan 3D yang menggunakan cairan resin khusus yang akan mengeras saat terkena cahaya UV. Teknologi yang paling umum digunakan antara lain: SLA (Stereolithography) DLP (Digital Light Processing) LCD/MSLA Printing Berbeda dengan printer FDM yang menggunakan filament plastik, printer resin menggunakan proses penyinaran lapisan demi lapisan untuk membentuk objek. Keunggulan utamanya adalah: Detail sangat tinggi Permukaan lebih halus Presisi lebih baik Karena itu, resin printing sering digunakan untuk: Miniatur Dental model Jewelry Prototype produk Action figure Apakah Hasil Resin 3D Printing Kuat? Jawabannya: Ya, tetapi tergantung jenis resin dan penggunaannya. Secara umum, hasil cetak resin: Lebih detail Lebih keras Tetapi lebih rapuh dibanding filament tertentu seperti ABS atau nylon Artinya, resin cocok untuk: Model detail Tampilan visual Prototype presisi Namun beberapa jenis resin modern juga sudah cukup kuat untuk penggunaan fungsional. Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Resin 3D Printing 1. Jenis Resin yang Digunakan Ini adalah faktor paling penting. Saat ini ada banyak jenis resin dengan karakteristik berbeda. Standard Resin Detail bagus Permukaan halus Tetapi cukup rapuh Cocok untuk: Pajangan Miniatur Prototype visual Tough Resin Dirancang lebih kuat dan tahan benturan. Kelebihan: Tidak mudah pecah Lebih fleksibel Cocok untuk part mekanikal ringan ABS-Like Resin Memiliki karakter mirip plastik ABS. Cocok untuk: Prototype fungsional Komponen teknik ringan Flexible Resin Lebih lentur seperti karet. Cocok untuk: Grip Seal Produk elastis Engineering Resin Resin kelas industri dengan ketahanan tinggi. Biasanya digunakan untuk: Otomotif Teknik Produk industri 2. Pengaturan Printer Setting printer sangat mempengaruhi hasil akhir. Layer Exposure Jika exposure terlalu rendah: Resin tidak mengeras sempurna Hasil lebih rapuh Jika terlalu tinggi: Detail bisa hilang Material terlalu keras dan mudah retak Pengaturan yang tepat membuat hasil cetak lebih optimal. Ketebalan Layer Layer lebih tipis: Detail lebih bagus Ikatan antar layer lebih baik Namun proses printing lebih lama. 3. Arah Cetak (Print Orientation) Posisi objek saat dicetak mempengaruhi kekuatan struktur. Misalnya: Objek vertikal kadang lebih lemah pada arah tertentu Objek horizontal bisa lebih kuat pada sisi tertentu Hal ini terjadi karena resin printing tetap memiliki struktur layer. Pemilihan orientasi yang tepat dapat meningkatkan kekuatan hasil cetak. 4. Desain Model Desain juga sangat menentukan kekuatan. Hindari: Bagian terlalu tipis Sudut tajam Struktur kosong tanpa support Gunakan: Dinding lebih tebal Fillet atau sudut melengkung Struktur penopang yang baik Desain yang benar dapat membuat objek jauh lebih tahan lama. 5. Proses Post-Curing Setelah selesai dicetak, resin biasanya masih perlu proses curing tambahan menggunakan sinar UV. Tujuannya: Memaksimalkan pengerasan resin Meningkatkan kekuatan Menstabilkan material Namun curing yang terlalu lama juga bisa membuat resin terlalu rapuh. Karena itu proses curing harus sesuai rekomendasi material. 6. Kondisi Lingkungan Resin cukup sensitif terhadap lingkungan. Paparan: Panas tinggi Sinar UV terus-menerus Kelembapan dapat mempengaruhi kekuatan dan umur pakai hasil cetak. Beberapa resin murah bahkan bisa menjadi rapuh setelah beberapa bulan terkena panas dan cahaya matahari. Resin vs Filament: Mana yang Lebih Kuat? Ini pertanyaan yang sering muncul. Resin Printing Kelebihan: Detail sangat tinggi Permukaan halus Presisi bagus Kekurangan: Beberapa jenis mudah pecah Tidak semua cocok untuk beban berat FDM Filament Printing Kelebihan: Lebih kuat secara mekanik Cocok untuk part fungsional besar Kekurangan: Detail lebih kasar Permukaan kurang halus Jadi pilihan terbaik tergantung kebutuhan: Jika butuh detail → resin lebih unggul Jika butuh kekuatan mekanik besar → filament tertentu lebih baik Cara Membuat Hasil Resin Lebih Kuat Berikut beberapa tips sederhana: Gunakan Tough Resin Untuk penggunaan fungsional, hindari standard resin biasa. Atur Exposure dengan Benar Lakukan test print terlebih dahulu untuk mencari setting optimal. Tambahkan Ketebalan Dinding Jangan membuat bagian terlalu tipis. Gunakan Hollow dengan Benar Jika model dibuat hollow: Pastikan ketebalan cukup Tambahkan drain hole Lakukan Curing Secara Tepat Jangan terlalu singkat atau terlalu lama. Penggunaan Resin 3D Printing di Dunia Nyata Saat ini resin printing sudah digunakan di banyak industri. Kedokteran Dental aligner Model operasi Alat bantu medis Jewelry Untuk membuat cetakan perhiasan detail tinggi. Otomotif Prototype dan komponen kecil. Hobi dan Koleksi Miniatur, action figure, dan model custom. Masa Depan Resin 3D Printing Teknologi resin terus berkembang pesat. Kini sudah ada: Resin tahan panas Resin tahan benturan tinggi Resin fleksibel Resin biokompatibel Perkembangan ini membuat resin printing semakin siap digunakan untuk kebutuhan industri serius, bukan hanya sekadar hobi. Kesimpulan Kekuatan hasil resin 3D printing sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari jenis resin, setting printer, desain model, hingga proses curing. Secara umum, resin printing unggul dalam hal detail dan presisi, tetapi beberapa jenis resin standar memang cenderung lebih rapuh dibanding material filament tertentu. Untungnya, teknologi resin modern kini sudah menghadirkan material yang jauh lebih kuat dan tahan lama. Jika digunakan dengan setting yang tepat dan material yang sesuai, hasil resin 3D printing dapat menjadi sangat kuat dan cukup untuk berbagai kebutuhan profesional maupun industri. raise3d Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi raise3d. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 12, 2026May 12, 2026

SLS Powder: Panduan Lengkap Material Selective Laser Sintering untuk 3D Printing

Teknologi 3D printing terus berkembang dan semakin banyak digunakan di berbagai industri. Salah satu teknologi yang paling populer untuk mencetak komponen berkualitas tinggi adalah Selective Laser Sintering (SLS). Teknologi ini terkenal karena mampu menghasilkan produk yang kuat, detail, dan cocok untuk kebutuhan industri maupun prototipe. Namun, kualitas hasil cetak SLS sangat bergantung pada material yang digunakan, yaitu SLS powder atau bubuk SLS. Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang SLS powder, jenis-jenis materialnya, kelebihan, kekurangan, hingga tips memilih powder yang tepat untuk kebutuhan 3D printing Anda. Apa Itu SLS Powder? SLS powder adalah material berbentuk bubuk halus yang digunakan dalam proses Selective Laser Sintering (SLS). Dalam proses ini, laser berdaya tinggi akan memanaskan dan menyatukan partikel bubuk hingga membentuk objek 3D sesuai desain digital. Berbeda dengan printer FDM yang menggunakan filament, teknologi SLS menggunakan lapisan bubuk tipis yang diproses secara bertahap hingga membentuk objek utuh. Material powder ini menjadi salah satu faktor terpenting karena menentukan: Kekuatan hasil cetak Fleksibilitas Ketahanan panas Detail permukaan Ketahanan kimia Bagaimana Cara Kerja Teknologi SLS? Sebelum membahas materialnya lebih jauh, penting memahami cara kerja SLS secara sederhana. Berikut proses dasarnya: Printer menyebarkan lapisan tipis powder di area cetak. Laser akan memanaskan bagian tertentu sesuai desain CAD. Bubuk meleleh dan menyatu menjadi lapisan solid. Platform turun sedikit. Lapisan powder baru disebarkan kembali. Proses diulang hingga objek selesai. Kelebihan utama SLS adalah tidak membutuhkan support tambahan karena bubuk di sekeliling objek otomatis menjadi penyangga selama proses pencetakan. Jenis Material SLS Powder yang Paling Populer 1. Nylon PA12 PA12 adalah material SLS paling umum dan paling banyak digunakan. Kelebihan: Kuat dan tahan lama Ringan Tahan bahan kimia Permukaan cukup halus Cocok untuk: Sparepart industri Prototype produk Housing elektronik Komponen otomotif PA12 sering menjadi pilihan utama karena seimbang antara kekuatan dan harga. 2. Nylon PA11 PA11 lebih fleksibel dibanding PA12. Kelebihan: Lebih tahan benturan Fleksibel Tidak mudah retak Cocok untuk: Snap-fit parts Komponen fleksibel Produk wearable Material ini sering dipakai pada produk yang membutuhkan kelenturan lebih tinggi. 3. Glass-Filled Nylon Material ini merupakan campuran nylon dengan serat kaca. Kelebihan: Sangat kaku Stabil secara dimensi Tahan panas lebih baik Kekurangan: Lebih rapuh dibanding nylon biasa Cocok untuk: Jig dan fixture Komponen teknik Bagian struktural 4. Carbon-Filled Nylon Campuran nylon dengan serat karbon menghasilkan material yang ringan namun sangat kuat. Kelebihan: Rasio kekuatan tinggi Ringan Tahan deformasi Cocok untuk: Aerospace Otomotif Drone Komponen performa tinggi 5. TPU (Thermoplastic Polyurethane) TPU adalah material fleksibel seperti karet. Kelebihan: Elastis Tahan benturan Fleksibel Cocok untuk: Seal Grip Sol sepatu Produk elastis Kelebihan Teknologi SLS dibanding Metode 3D Printing Lain 1. Tidak Membutuhkan Support Karena powder berfungsi sebagai penyangga alami, desain yang rumit lebih mudah dicetak. 2. Hasil Lebih Kuat Part SLS biasanya lebih kuat dibanding hasil printer FDM biasa. 3. Cocok untuk Produksi Massal SLS memungkinkan pencetakan banyak part sekaligus dalam satu proses. 4. Detail Tinggi Teknologi laser menghasilkan detail yang presisi dan konsisten. Kekurangan SLS Powder dan Teknologi SLS Walaupun memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. 1. Harga Material Lebih Mahal SLS powder umumnya lebih mahal dibanding filament FDM. 2. Mesin SLS Mahal Printer SLS memiliki harga yang cukup tinggi dan biasanya digunakan untuk kebutuhan profesional. 3. Permukaan Sedikit Kasar Hasil cetak SLS biasanya memiliki tekstur powder yang sedikit kasar sehingga kadang membutuhkan finishing tambahan. Faktor Penting dalam Memilih SLS Powder 1. Kebutuhan Mekanis Pilih material berdasarkan fungsi produk: Fleksibel Kaku Tahan panas Tahan benturan 2. Ketahanan Lingkungan Beberapa material lebih tahan terhadap: Panas UV Bahan kimia Kelembapan 3. Biaya Produksi Material premium seperti carbon-filled nylon tentu lebih mahal dibanding PA12 standar. 4. Finishing Permukaan Jika membutuhkan hasil halus, pilih material yang mudah diproses setelah printing. Tips Menyimpan SLS Powder SLS powder sangat sensitif terhadap kelembapan. Penyimpanan yang salah dapat menurunkan kualitas hasil cetak. Tips penyimpanan: Simpan di tempat kering Gunakan wadah tertutup Hindari sinar matahari langsung Gunakan silica gel jika perlu Powder yang lembap dapat menyebabkan hasil cetak gagal atau kualitas menurun. Industri yang Banyak Menggunakan SLS Powder Teknologi SLS kini digunakan di banyak bidang industri, seperti: Otomotif Untuk prototype dan sparepart ringan. Aerospace Untuk komponen ringan dan kuat. Medis Untuk alat bantu medis dan prototype. Consumer Product Untuk casing, wearable, dan produk custom. Manufaktur Untuk jig, fixture, dan alat produksi. Masa Depan Material SLS Perkembangan material SLS semakin cepat. Saat ini banyak perusahaan mulai mengembangkan: Material ramah lingkungan Powder daur ulang Material lebih ringan Material tahan suhu ekstrem Hal ini membuat teknologi SLS semakin menarik untuk produksi skala industri. Kesimpulan SLS powder merupakan komponen utama dalam teknologi Selective Laser Sintering yang menentukan kualitas hasil 3D printing. Dengan berbagai pilihan material seperti PA12, PA11, TPU, hingga carbon-filled nylon, pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan berdasarkan kekuatan, fleksibilitas, dan fungsi produk. Teknologi SLS menawarkan banyak keunggulan seperti hasil kuat, detail tinggi, dan kemampuan mencetak desain kompleks tanpa support tambahan. Walaupun biaya mesin dan material relatif tinggi, kualitas dan efisiensi yang dihasilkan membuat teknologi ini semakin populer di berbagai industri modern. Bagi Anda yang ingin masuk ke dunia 3D printing profesional, memahami jenis dan karakteristik SLS powder adalah langkah penting untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. raise3d Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi raise3d. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 12, 2026May 12, 2026

Panduan Lengkap Mesin Sandblasting SLS: Mesin, Media, Parameter, dan Praktik Terbaik

Dalam dunia industri modern, proses finishing menjadi salah satu tahap penting untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Salah satu metode finishing yang paling banyak digunakan adalah sandblasting. Teknologi ini sangat populer karena mampu membersihkan, menghaluskan, hingga mempersiapkan permukaan material sebelum proses pengecatan atau coating. Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang mesin sandblasting SLS, mulai dari jenis mesin, media yang digunakan, parameter penting, hingga praktik terbaik agar hasil pekerjaan maksimal. Apa Itu Sandblasting? Sandblasting adalah proses menembakkan material abrasif berkecepatan tinggi ke permukaan benda menggunakan tekanan udara. Tujuannya adalah untuk: Membersihkan karat Menghilangkan cat lama Menghaluskan permukaan Membuat tekstur tertentu Menyiapkan permukaan sebelum coating Walaupun namanya “sandblasting”, media yang digunakan saat ini tidak selalu pasir. Banyak industri memakai material abrasif lain yang lebih aman dan efektif. Apa Itu Mesin Sandblasting SLS? Mesin sandblasting SLS adalah sistem sandblasting yang dirancang untuk memberikan proses blasting yang lebih stabil, efisien, dan presisi. Biasanya mesin ini digunakan di berbagai industri seperti: Manufaktur Otomotif Konstruksi Galangan kapal Aerospace Metal fabrication Keunggulan utama mesin SLS adalah kemampuannya menghasilkan tekanan blasting yang konsisten sehingga hasil finishing lebih merata. Jenis Mesin Sandblasting 1. Portable Sandblasting Machine Mesin ini mudah dipindahkan dan cocok untuk pekerjaan lapangan. Kelebihan: Fleksibel Mudah digunakan Cocok untuk area besar Kekurangan: Debu lebih banyak Membutuhkan area kerja luas Biasanya digunakan untuk membersihkan: Struktur baja Tangki Pipa Kapal 2. Cabinet Sandblasting Machine Mesin ini memiliki ruang tertutup sehingga proses blasting lebih bersih dan aman. Kelebihan: Debu lebih terkontrol Media abrasif bisa digunakan ulang Cocok untuk detail kecil Kekurangan: Ukuran benda kerja terbatas Umumnya dipakai untuk: Sparepart otomotif Komponen mesin Produk presisi 3. Automatic Sandblasting Machine Mesin otomatis digunakan untuk produksi massal dengan hasil yang konsisten. Kelebihan: Produktivitas tinggi Hasil seragam Mengurangi pekerjaan manual Kekurangan: Harga lebih mahal Membutuhkan setting khusus Jenis Media Sandblasting Pemilihan media sangat penting karena mempengaruhi hasil akhir permukaan. 1. Steel Grit Media berbahan baja dengan tingkat abrasif tinggi. Cocok untuk: Menghilangkan karat berat Membersihkan baja tebal Hasil permukaan menjadi lebih kasar dan siap coating. 2. Glass Beads Terbuat dari kaca kecil berbentuk bulat. Cocok untuk: Finishing halus Stainless steel Aluminium Hasilnya lebih bersih dan mengkilap. 3. Aluminium Oxide Salah satu media paling populer karena kuat dan tahan lama. Cocok untuk: Permukaan keras Persiapan coating Industri manufaktur 4. Garnet Media alami yang lebih ramah lingkungan. Kelebihan: Debu lebih sedikit Aman digunakan Efisien Sering dipakai di industri oil & gas dan marine. Parameter Penting dalam Sandblasting Agar hasil blasting optimal, operator harus memahami beberapa parameter penting. 1. Tekanan Udara Tekanan udara menentukan kekuatan tembakan abrasif. Umumnya: 60–120 PSI Tekanan terlalu tinggi dapat merusak permukaan, sedangkan terlalu rendah membuat proses kurang efektif. 2. Ukuran Nozzle Nozzle adalah ujung tempat keluarnya media blasting. Pengaruh nozzle: Semakin besar nozzle → area blasting lebih luas Semakin kecil nozzle → lebih detail dan presisi Pemilihan nozzle harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan. 3. Jarak Blasting Jarak ideal biasanya sekitar: 15–30 cm dari permukaan Jika terlalu dekat: Permukaan bisa rusak Jika terlalu jauh: Efektivitas blasting menurun 4. Sudut Penyemprotan Sudut blasting juga mempengaruhi hasil akhir. Umumnya: 45° untuk pembersihan ringan 90° untuk blasting maksimal Praktik Terbaik Menggunakan Mesin Sandblasting Gunakan Alat Keselamatan Sandblasting menghasilkan debu dan partikel kecil yang berbahaya. Gunakan: Helm blasting Masker respirator Sarung tangan Pelindung mata Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama. Pilih Media Sesuai Material Jangan menggunakan media terlalu kasar untuk material lunak seperti aluminium karena dapat merusak permukaan. Pilih media berdasarkan: Jenis material Tingkat kekotoran Hasil akhir yang diinginkan Rutin Memeriksa Nozzle Nozzle yang aus menyebabkan tekanan tidak stabil dan pemborosan media abrasif. Lakukan pemeriksaan rutin agar performa mesin tetap optimal. Jaga Kelembapan Udara Udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan media menggumpal dan menyumbat sistem blasting. Gunakan: Air dryer Moisture separator untuk menjaga kualitas udara. Lakukan Perawatan Mesin Secara Berkala Perawatan rutin membantu: Memperpanjang umur mesin Mengurangi kerusakan Menjaga hasil blasting tetap konsisten Beberapa bagian yang perlu dicek: Selang blasting Valve Nozzle Tangki tekanan Keuntungan Menggunakan Sandblasting Sandblasting memiliki banyak manfaat dalam industri, antara lain: 1. Membersihkan Permukaan Lebih Cepat Dibanding metode manual, sandblasting jauh lebih efisien. 2. Hasil Lebih Merata Permukaan menjadi lebih konsisten dan profesional. 3. Meningkatkan Daya Rekat Cat Coating atau cat menjadi lebih awet. 4. Mengurangi Karat dan Kontaminasi Permukaan logam menjadi lebih bersih dan tahan lama. Kesimpulan Mesin sandblasting SLS merupakan solusi penting dalam proses finishing industri modern. Dengan memahami jenis mesin, media abrasif, parameter kerja, dan praktik terbaik, pengguna dapat memperoleh hasil blasting yang maksimal sekaligus menjaga efisiensi kerja. Pemilihan mesin dan media yang tepat sangat menentukan kualitas akhir permukaan. Selain itu, faktor keselamatan dan perawatan mesin juga tidak boleh diabaikan. Bagi industri yang ingin meningkatkan kualitas finishing, mempercepat proses kerja, dan menghasilkan permukaan yang lebih profesional, teknologi sandblasting tetap menjadi salah satu pilihan terbaik hingga saat ini. raise3d Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi raise3d. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
April 16, 2026April 16, 2026

Cara Memulai 3D Printing Dual Nozzle di Raise3D Pro2 (Panduan Pemula)

Menggunakan fitur dual nozzle (dua nozzle) pada printer 3D seperti Raise3D Pro2 memungkinkan Anda mencetak dengan dua jenis filamen sekaligus. Ini sangat berguna, misalnya untuk mencetak objek dengan dua warna atau menggunakan material support seperti PVA. Namun, sebelum mulai, ada satu hal penting: pastikan nozzle sudah dikalibrasi dengan benar, termasuk posisi dan tinggi nozzle. Ini penting agar hasil cetakan rapi dan kedua nozzle bekerja dengan akurat. Berikut langkah-langkah mudah untuk memulai dual nozzle printing. 1. Pasang Filamen Langkah pertama adalah memasang dua filamen: Pasang dua spool filamen di bagian kanan printer. Gunakan menu pada layar printer untuk memuat (load) filamen ke dalam nozzle. Biasanya, satu filamen masuk ke nozzle kiri, dan satu lagi ke nozzle kanan. Jika Anda belum familiar, Anda bisa melihat panduan cara load/unload filamen di manual Pro2. 2. Atur Filamen di Software ideaMaker Selanjutnya, buka software ideaMaker di komputer Anda: Masuk ke menu: Printer > Printer Settings Pastikan jumlah extruder diatur menjadi 2 Pilih jenis filamen untuk masing-masing nozzle (kiri dan kanan) Ini penting agar software tahu material apa yang digunakan dan bagaimana cara mencetaknya. 3. Aktifkan Area Cetak Nozzle Setiap nozzle memiliki area cetak yang berbeda. Untuk melihatnya: Klik menu View Aktifkan opsi “Show Extruder’s Printing Range” Dengan fitur ini, Anda bisa melihat batas area kerja masing-masing nozzle, biasanya ditandai dengan warna berbeda. 4. Atur Posisi Model Jika Anda menggunakan lebih dari satu model: Gunakan fitur “Align Together” untuk menyusun posisi model agar sesuai dengan desain awal. Klik Start, lalu pilih template cetak Masuk ke tab Per-Model Extruder untuk menentukan nozzle mana yang digunakan untuk tiap model Anda juga bisa mengatur nozzle langsung dari menu Model Info. 5. Pengaturan Lanjutan (Advanced Settings) Untuk pengaturan lebih detail: Klik dua kali pada template cetak Masuk ke menu Advanced Di sini Anda bisa: Memilih nozzle yang digunakan Mengatur support (penyangga) Mengatur kecepatan dan struktur support Software ideaMaker juga cukup pintar. Ia bisa mendeteksi apakah model membutuhkan support atau tidak, misalnya jika objek “menggantung” di udara. 6. Tambahan Platform (Raft, Brim, Skirt) Anda juga bisa menambahkan struktur tambahan di bawah model: Raft: alas tambahan untuk membantu daya lekat Brim: lapisan tipis di sekitar objek Skirt: garis di sekitar objek untuk memastikan aliran filamen Catatan: Raft tidak disarankan untuk filamen PVA atau material fleksibel. 7. Atur Retraksi Filamen Retraksi adalah proses menarik filamen ke dalam nozzle untuk mencegah tetesan (oozing). Pengaturannya ada di tab Ooze: Filamen biasa: 2–4 mm PLA Premium Raise3D: 6–10 mm Pengaturan ini membantu menjaga hasil cetakan tetap bersih. 8. Gunakan Fitur Wipe Wall Saat menggunakan dua nozzle, sering terjadi sisa filamen keluar dari nozzle yang tidak aktif. Untuk mengatasi ini, gunakan fitur Wipe Wall. Fungsinya: Membersihkan sisa filamen dari nozzle Mengurangi cacat pada hasil cetakan Beberapa pengaturannya: Wipe Wall Offset: jarak antara dinding pembersih dan model Wipe Wall Angle: sudut maksimum dinding Wipe Wall Loop Lines: ketebalan dinding Wipe Wall Type: Contoured: mengikuti bentuk objek Waterfall: mengikuti kontur horizontal Vertical: dinding vertikal sederhana Pilih jenis sesuai kebutuhan model Anda. 9. Kombinasi Filamen Tidak semua filamen bisa digunakan bersama. Beberapa kombinasi mungkin tidak kompatibel. Pastikan Anda menggunakan kombinasi yang direkomendasikan oleh Raise3D agar hasil cetakan optimal. 10. Menggunakan PVA Jika Anda menggunakan PVA sebagai material support: Pilih nozzle untuk PVA (biasanya nozzle kanan) Software ideaMaker akan otomatis menyesuaikan beberapa pengaturan Beberapa pengaturan akan terkunci (tidak bisa diedit langsung). Jika ingin mengubahnya, buka: Printer > Filament Settings > PVA 1.75mm Kesimpulan Dual nozzle printing di Raise3D Pro2 membuka banyak kemungkinan, seperti mencetak dengan dua warna atau menggunakan support yang bisa larut seperti PVA. Namun, untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda perlu memperhatikan beberapa hal penting: Kalibrasi nozzle dengan benar Gunakan pengaturan software yang sesuai Pilih kombinasi filamen yang kompatibel Manfaatkan fitur seperti support dan wipe wall Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, bahkan pemula pun bisa mulai menggunakan fitur dual extruder dengan percaya diri. Semakin sering Anda mencoba, semakin mudah memahami pengaturannya. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
April 16, 2026April 16, 2026

Cara Mengatur Filamen PVA Raise3D untuk 3D Printing (Panduan Pemula)

Menggunakan printer 3D dari Raise3D tidak hanya soal mencetak objek, tetapi juga memahami cara menyiapkan filamen dengan benar. Salah satu jenis filamen yang cukup unik adalah PVA, yaitu filamen yang bisa larut dalam air. Biasanya, PVA digunakan sebagai material support (penyangga) yang akan hilang setelah direndam air. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menggunakan filamen PVA pada printer Raise3D dengan langkah-langkah yang mudah dipahami untuk pemula. Alat yang Dibutuhkan Sebelum mulai, pastikan Anda sudah menyiapkan beberapa alat berikut: PolyBox (kotak penyimpan filamen dengan kontrol kelembapan) Desiccant (penyerap kelembapan) Guide tube (selang pengarah filamen) Persiapan Awal 1. Kalibrasi printer terlebih dahulu Sebelum menggunakan PVA, pastikan printer sudah dikalibrasi dengan benar, terutama: Tinggi nozzle Offset X/Y Hal ini penting agar pencetakan dual extruder (dua filamen) bisa berjalan dengan baik. 2. Masukkan filamen PVA ke dalam PolyBox Masukkan filamen PVA ke dalam PolyBox, lalu arahkan ujung filamen keluar melalui guide tube. 3. Atur kondisi lingkungan Lepaskan penutup printer (jika diperlukan), dan pastikan suhu ruangan sekitar 18°C. Jika ruangan terlalu dingin, Anda bisa menutup kembali printer. Perlu diingat: PVA sangat sensitif terhadap kelembapan. PolyBox digunakan untuk menjaga filamen tetap kering. Filamen PVA dari Raise3D tidak perlu dikeringkan saat pertama kali dibuka dari kemasan. Namun, jika sudah dibiarkan di udara terbuka, sebaiknya dikeringkan kembali. Tunggu hingga kelembapan di dalam PolyBox turun di bawah 15% sebelum digunakan. 4. Pasang filamen ke printer Masukkan guide tube ke sensor filament, lalu: Masukkan PVA ke hotend kanan Masukkan filamen lain (misalnya PLA) ke hotend kiri Jika hasil cetak gagal, kemungkinan PVA masih lembap. Anda bisa mengganti desiccant atau mengeringkan filamen kembali. 5. Pastikan posisi dan jalur filamen benar Pastikan selang tidak tertekuk atau kusut Letakkan PolyBox lebih tinggi dari printer Jangan memasukkan PVA ke hotend kiri Pengaturan di Software ideaMaker Pastikan Anda menggunakan versi terbaru dari software ideaMaker. 6. Buka ideaMaker Jalankan aplikasi seperti biasa. 7. Import model Klik menu File → pilih Import Models untuk memasukkan file yang akan dicetak. 8. Mulai proses slicing Klik tombol Start Slicing. 9. Pilih filamen yang tepat Pastikan Anda memilih: “[Raise3D] PVA 1.75mm” untuk extruder kanan Ini penting agar tidak terjadi kesalahan saat mencetak. 10. Pilih template cetak Contohnya, Anda bisa menggunakan template: “High Quality – Pro2 – PLA” 11. Periksa pengaturan filamen PVA Klik ikon roda gigi di sebelah nama filamen untuk melihat pengaturan. Biasanya, opsi “Override Slicing Settings” sudah aktif secara default. 12. Masuk ke pengaturan lanjutan (Advanced) Klik Edit, lalu masuk ke menu Advanced. 13. Atur support (penyangga) Di tab Support: Pilih General Support → ubah ke “All” 14. Pilih extruder untuk support Support Extruder: pilih “Right Extruder” Dense Support Extruder: pilih “Right Extruder” Artinya, PVA akan digunakan sebagai material penyangga. 15. Atur suhu extruder Di tab Temperature, aktifkan opsi: “Cool Down Inactive Extruder” 16. Simpan pengaturan Klik Save untuk menyimpan semua perubahan. 17. Mulai slicing Klik Slice untuk memproses model sebelum dicetak. Proses Printing 18. Gunakan lem PVA pada permukaan cetak Oleskan lem PVA pada build plate agar objek menempel dengan baik. 19. Periksa layer pertama Pastikan layer pertama menempel dengan baik dan tidak melengkung di bagian pinggir. 20. Perhatikan tinggi filamen saat mencetak Pastikan PLA dan PVA tercetak dengan tinggi yang sama. Jika tidak sejajar: Permukaan hasil cetak bisa jelek Perlu kalibrasi ulang nozzle 21. Hasil akhir Setelah selesai, Anda akan mendapatkan objek dengan support dari PVA yang bisa dilarutkan dengan air. Kesimpulan Menggunakan filamen PVA memang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam hal kelembapan dan pengaturan printer. Namun, hasilnya sangat bermanfaat, terutama untuk mencetak objek yang kompleks dengan banyak detail. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa mulai mencoba mencetak dengan PVA di printer Raise3D, bahkan jika Anda masih pemula. Yang terpenting: Jaga filamen tetap kering Gunakan pengaturan yang tepat Lakukan kalibrasi dengan benar Dengan begitu, hasil cetakan akan lebih rapi dan profesional. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
March 19, 2026March 19, 2026

Ringan dan Miniatur: Perjalanan Inovatif Nagase Integrex Bersama Raise3D Pro3 HS

Di era industri modern, kebutuhan akan produk yang lebih ringan, kecil, namun tetap kuat semakin meningkat. Banyak perusahaan berlomba-lomba menciptakan solusi yang efisien tanpa mengorbankan kualitas. Salah satu contoh menarik datang dari Nagase Integrex, yang memanfaatkan teknologi 3D printing dari Raise3D Pro3 HS untuk mendukung inovasi mereka. Perjalanan ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu perusahaan mencapai desain yang lebih ringan dan miniatur, sekaligus mempercepat proses pengembangan produk. Tantangan: Membuat Produk Lebih Ringan dan Kecil Nagase Integrex menghadapi tantangan yang umum di dunia manufaktur: Mengurangi berat komponen tanpa mengurangi kekuatan Membuat desain lebih kecil (miniatur) dengan fungsi tetap optimal Mempercepat proses pengembangan produk Dalam banyak kasus, metode manufaktur tradisional memiliki keterbatasan dalam membuat bentuk yang kompleks atau struktur ringan. Hal ini membuat inovasi menjadi lebih sulit. Solusi: Menggunakan Raise3D Pro3 HS Untuk menjawab tantangan tersebut, Nagase Integrex menggunakan printer 3D Raise3D Pro3 HS. Teknologi ini memungkinkan mereka mencetak komponen dengan desain yang lebih kompleks dan presisi tinggi. Keunggulan utama dari Raise3D Pro3 HS: Kecepatan cetak yang tinggi Akurasi yang baik Kemampuan membuat struktur ringan dan kompleks Dengan teknologi ini, mereka tidak lagi terbatas oleh metode produksi konvensional. Desain Ringan dengan Struktur Cerdas Salah satu keunggulan terbesar dari 3D printing adalah kemampuannya membuat struktur internal yang tidak bisa dibuat dengan cara biasa, seperti: Struktur berongga Pola lattice (jaringan) Desain organik Dengan pendekatan ini, Nagase Integrex dapat: Mengurangi berat komponen Tetap menjaga kekuatan Mengoptimalkan penggunaan material Hasilnya adalah produk yang lebih efisien dan modern. Miniaturisasi Tanpa Mengorbankan Fungsi Selain membuat produk lebih ringan, mereka juga berhasil mengecilkan ukuran komponen tanpa mengurangi fungsinya. Hal ini dimungkinkan karena: Presisi tinggi dari printer 3D Kemampuan mencetak detail kecil Fleksibilitas desain digital Dengan miniaturisasi, produk menjadi: Lebih hemat ruang Lebih ringan untuk digunakan Lebih mudah diintegrasikan ke sistem lain Mempercepat Proses Pengembangan Dengan Raise3D Pro3 HS, proses pengembangan produk menjadi jauh lebih cepat. Sebelumnya: Pembuatan prototipe memakan waktu lama Perubahan desain sulit dilakukan Sekarang: Prototipe bisa dibuat dalam hitungan jam Desain bisa diubah dan langsung dicetak ulang Hal ini memungkinkan tim melakukan banyak iterasi dalam waktu singkat, sehingga hasil akhir menjadi lebih optimal. Efisiensi Biaya dan Produksi Selain mempercepat proses, penggunaan 3D printing juga membantu mengurangi biaya. Manfaat yang dirasakan: Tidak perlu membuat cetakan khusus Mengurangi limbah material Produksi skala kecil menjadi lebih ekonomis Ini sangat penting terutama untuk produk yang membutuhkan customisasi atau produksi terbatas. Dampak pada Inovasi Perusahaan Dengan mengadopsi teknologi ini, Nagase Integrex mendapatkan beberapa keuntungan strategis: Lebih cepat merespons kebutuhan pasar Meningkatkan kualitas produk Memperluas kemungkinan desain Teknologi 3D printing membuka peluang baru yang sebelumnya sulit dicapai dengan metode tradisional. Kesimpulan Perjalanan Nagase Integrex bersama Raise3D Pro3 HS menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus rumit. Dengan memanfaatkan teknologi yang tepat, perusahaan dapat menciptakan produk yang: Lebih ringan Lebih kecil Lebih efisien Tetap berkualitas tinggi 3D printing bukan hanya alat produksi, tetapi juga alat untuk berinovasi. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk bereksperimen, mencoba ide baru, dan menemukan solusi terbaik dengan lebih cepat. Bagi industri manufaktur, ini adalah langkah besar menuju masa depan yang lebih fleksibel dan efisien. Perusahaan yang mampu memanfaatkan teknologi seperti Raise3D Pro3 HS akan memiliki keunggulan dalam menghadapi persaingan global. Singkatnya, kombinasi antara kreativitas manusia dan teknologi canggih adalah kunci untuk menciptakan produk yang lebih baik di masa depan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
March 19, 2026March 19, 2026

3D Printing Mempercepat Pengembangan Komponen Otomotif: Raise3D Membantu Baolu Automotive Menciptakan Proses Validasi Produk yang Lebih Efisien dan Fleksibel

Industri otomotif dikenal sebagai salah satu sektor yang sangat menuntut kecepatan, presisi, dan inovasi. Setiap komponen kendaraan harus melalui proses desain, pengujian, dan validasi yang ketat sebelum benar-benar diproduksi secara massal. Namun, proses ini sering kali memakan waktu lama dan biaya besar, terutama jika masih mengandalkan metode konvensional. Di sinilah teknologi 3D printing mulai memainkan peran penting. Salah satu contoh nyata datang dari Baolu Automotive, yang memanfaatkan solusi dari Raise3D untuk mempercepat pengembangan komponen sekaligus meningkatkan efisiensi proses validasi produk. Tantangan dalam Pengembangan Komponen Otomotif Sebelum menggunakan 3D printing, Baolu Automotive menghadapi beberapa kendala umum, seperti: Waktu pembuatan prototipe yang lama Biaya tinggi untuk produksi awal Sulit melakukan perubahan desain secara cepat Proses validasi yang memakan banyak tahapan Dalam industri otomotif, perubahan desain adalah hal yang sangat sering terjadi. Setiap perubahan kecil bisa berdampak besar, sehingga membutuhkan pengujian ulang. Jika menggunakan metode tradisional, proses ini bisa memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu. Solusi: Menggunakan Teknologi 3D Printing dari Raise3D Untuk mengatasi masalah tersebut, Baolu Automotive mulai mengadopsi teknologi 3D printing dari Raise3D. Dengan printer 3D, mereka dapat langsung mencetak prototipe dari desain digital tanpa harus menunggu proses manufaktur konvensional. Keuntungan utamanya: Prototipe bisa dibuat dalam hitungan jam Tidak perlu membuat cetakan (mold) Desain bisa langsung diuji secara fisik Hal ini membuat proses pengembangan menjadi jauh lebih cepat dan fleksibel. Mempercepat Proses Validasi Produk Validasi produk adalah tahap penting untuk memastikan bahwa komponen berfungsi dengan baik sebelum diproduksi massal. Dengan 3D printing, Baolu Automotive bisa: Mencetak beberapa versi desain sekaligus Menguji bentuk, ukuran, dan fungsi secara langsung Melakukan perbaikan dengan cepat Jika ada kesalahan, mereka cukup memperbaiki file desain dan mencetak ulang. Tidak perlu memulai dari nol atau menunggu proses produksi ulang yang lama. Fleksibilitas dalam Pengembangan Desain Salah satu keunggulan terbesar dari 3D printing adalah fleksibilitas. Baolu Automotive dapat: Menguji berbagai variasi desain Menyesuaikan komponen sesuai kebutuhan Melakukan iterasi (perbaikan berulang) dengan cepat Hal ini sangat membantu dalam menciptakan produk yang lebih optimal, karena setiap ide bisa langsung diuji tanpa hambatan besar. Efisiensi Biaya dan Waktu Dengan menggunakan Raise3D, Baolu Automotive berhasil: Mengurangi waktu pengembangan produk Menekan biaya pembuatan prototipe Mengurangi ketergantungan pada vendor eksternal Proses yang sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu kini bisa diselesaikan dalam beberapa hari saja. Peningkatan Kualitas Produk Selain lebih cepat, kualitas produk juga meningkat. Hal ini karena: Desain bisa diuji lebih banyak kali Kesalahan bisa ditemukan lebih awal Produk akhir lebih matang sebelum produksi massal Dengan kata lain, 3D printing membantu mengurangi risiko kegagalan di tahap produksi. Integrasi dengan Proses Produksi 3D printing tidak hanya digunakan untuk prototipe, tetapi juga mulai digunakan untuk: Alat bantu produksi (jigs dan fixtures) Komponen khusus dalam jumlah kecil Pengujian fungsional Hal ini membuat teknologi ini semakin penting dalam keseluruhan proses manufaktur. Kesimpulan Pengalaman Baolu Automotive menunjukkan bahwa 3D printing bukan hanya teknologi tambahan, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam pengembangan produk modern. Dengan bantuan Raise3D, mereka berhasil: Mempercepat proses desain dan validasi Meningkatkan fleksibilitas Mengurangi biaya dan waktu Meningkatkan kualitas produk Bagi industri otomotif dan manufaktur lainnya, ini menjadi contoh bagaimana teknologi bisa digunakan untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas. Di masa depan, penggunaan 3D printing diperkirakan akan semakin luas, tidak hanya untuk prototipe, tetapi juga untuk produksi langsung. Perusahaan yang mampu memanfaatkan teknologi ini dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Singkatnya, 3D printing membantu perusahaan bergerak lebih cepat, lebih fleksibel, dan lebih siap menghadapi tantangan industri modern. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
March 19, 2026March 19, 2026

Delapan Tahun Kolaborasi Mendalam: Raise3D N2 dan Pro2 Membawa Kekuatan Modern ke Kerajinan Tradisional Atelier Naval

Di era teknologi yang terus berkembang, banyak industri mulai menggabungkan cara kerja tradisional dengan inovasi modern. Salah satu contoh menarik datang dari kerja sama antara Atelier Naval—sebuah bengkel kerajinan dengan fokus pada pembuatan model kapal—dan penggunaan printer 3D dari seri Raise3D N2 dan Pro2. Selama delapan tahun terakhir, kolaborasi ini menunjukkan bagaimana teknologi seperti 3D printing dapat memperkuat, bukan menggantikan, keterampilan tradisional. Hasilnya adalah proses kerja yang lebih efisien tanpa menghilangkan nilai seni dan detail khas kerajinan tangan. Atelier Naval: Tradisi yang Tetap Hidup Atelier Naval dikenal sebagai bengkel yang mengkhususkan diri dalam pembuatan model kapal dengan tingkat detail yang tinggi. Pekerjaan ini biasanya dilakukan secara manual, membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan pengalaman bertahun-tahun. Namun, seperti banyak pengrajin lainnya, mereka menghadapi tantangan: Proses pembuatan yang memakan waktu lama Sulitnya membuat komponen kecil dengan presisi tinggi Revisi desain yang membutuhkan pengerjaan ulang dari awal Di sinilah teknologi mulai memainkan peran penting. Masuknya Teknologi Raise3D Dengan hadirnya printer 3D seperti Raise3D N2 dan Pro2, Atelier Naval mulai mengubah cara mereka bekerja. Printer ini memungkinkan mereka untuk: Membuat komponen kecil dengan detail tinggi Menghasilkan bentuk kompleks yang sulit dibuat manual Mempercepat proses produksi Namun, penting untuk dicatat bahwa teknologi ini tidak menggantikan pengrajin. Justru, teknologi menjadi alat bantu yang memperkuat kemampuan mereka. Menggabungkan Tradisi dan Inovasi Salah satu keunggulan utama dari kolaborasi ini adalah kemampuan untuk menggabungkan dua dunia: Kerajinan tangan tradisional Teknologi digital modern Contohnya: Desain awal bisa dibuat secara digital Komponen rumit dicetak menggunakan 3D printer Finishing tetap dilakukan secara manual oleh pengrajin Dengan cara ini, hasil akhir tetap memiliki sentuhan artistik, tetapi prosesnya menjadi lebih cepat dan akurat. Manfaat Nyata dalam Proses Kerja Selama delapan tahun penggunaan, Atelier Naval merasakan banyak manfaat, seperti: 1. Efisiensi Waktu Bagian yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari kini bisa dibuat dalam hitungan jam. 2. Presisi Tinggi Printer 3D mampu menghasilkan detail yang sangat kecil dan akurat, yang sulit dicapai dengan tangan. 3. Fleksibilitas Desain Jika ada perubahan desain, mereka hanya perlu mengubah file digital dan mencetak ulang, tanpa harus memulai dari nol. 4. Konsistensi Komponen yang sama bisa diproduksi berulang kali dengan hasil yang seragam. Peran Raise3D N2 dan Pro2 Kedua seri printer ini memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan Atelier Naval. Raise3D N2 dikenal karena stabilitas dan keandalannya untuk pekerjaan sehari-hari Raise3D Pro2 menawarkan fitur yang lebih canggih, seperti kualitas cetak lebih tinggi dan kemampuan menangani proyek yang lebih kompleks Kombinasi keduanya memberikan fleksibilitas dalam berbagai jenis pekerjaan, dari prototipe hingga produksi final. Tantangan dan Adaptasi Tentu saja, penggunaan teknologi baru tidak selalu mudah. Pada awalnya, tim Atelier Naval perlu: Belajar menggunakan software desain 3D Memahami cara kerja printer Menyesuaikan proses kerja yang sudah lama digunakan Namun, seiring waktu, mereka berhasil mengintegrasikan teknologi ini ke dalam workflow mereka tanpa menghilangkan identitas tradisional. Dampak Jangka Panjang Setelah delapan tahun, dampak dari kolaborasi ini sangat terasa: Produktivitas meningkat Kualitas hasil semakin baik Kemampuan untuk menerima proyek yang lebih kompleks Selain itu, mereka juga menjadi lebih kompetitif di pasar, karena mampu menawarkan hasil berkualitas tinggi dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat. Kesimpulan Kisah Atelier Naval dan Raise3D menunjukkan bahwa teknologi tidak harus menggantikan tradisi. Sebaliknya, teknologi bisa menjadi alat yang memperkuat keterampilan manusia. Dengan menggabungkan keahlian pengrajin dan kekuatan 3D printing, mereka berhasil menciptakan proses kerja yang lebih efisien tanpa kehilangan nilai seni. Bagi banyak industri lain, ini menjadi contoh bahwa inovasi tidak selalu berarti meninggalkan cara lama. Justru, dengan pendekatan yang tepat, kita bisa menggabungkan yang terbaik dari masa lalu dan masa depan. Kolaborasi selama delapan tahun ini membuktikan bahwa ketika teknologi dan tradisi berjalan bersama, hasilnya bisa jauh lebih luar biasa. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
February 11, 2026February 11, 2026

Panduan 3D Printing PETG: Langkah, Pengaturan, Suhu & Tips Praktis

Dalam dunia 3D printing, selain PLA dan ABS, ada satu material yang semakin populer karena kekuatannya dan kemudahan penggunaannya, yaitu PETG. Material ini sering dianggap sebagai “titik tengah” antara PLA yang mudah dicetak dan ABS yang kuat serta tahan panas. Jika Anda ingin mencoba mencetak menggunakan PETG atau ingin meningkatkan kualitas hasil print Anda, panduan ini akan membantu memahami langkah, pengaturan suhu, serta tips pentingnya dengan bahasa yang mudah dipahami. Apa Itu PETG? PETG adalah singkatan dari Polyethylene Terephthalate Glycol. Ini adalah versi modifikasi dari PET (plastik yang sering digunakan pada botol minuman), yang ditambahkan glycol agar lebih mudah dicetak dan tidak mudah retak. Karakteristik utama PETG: Lebih kuat dan tahan benturan dibanding PLA Tidak mudah retak seperti ABS Tahan air dan bahan kimia ringan Permukaan hasil print cenderung mengkilap Minim bau saat dicetak Karena sifatnya ini, PETG sering digunakan untuk membuat casing elektronik, bracket, part mekanikal ringan, hingga wadah yang membutuhkan ketahanan ekstra. Langkah-Langkah Mencetak dengan PETG Berikut tahapan dasar dalam mencetak menggunakan filament PETG: 1. Pastikan Printer Siap Hampir semua printer 3D FDM modern bisa mencetak PETG, asalkan memiliki: Heated bed (meja pemanas) Nozzle yang mampu mencapai suhu minimal 240°C 2. Pastikan Filament Kering PETG mudah menyerap kelembapan dari udara. Jika lembap, hasil print bisa berbuih atau muncul stringing berlebihan. Simpan filament dalam wadah tertutup dengan silica gel atau gunakan filament dryer jika perlu. 3. Atur Slicer dengan Benar Gunakan software slicer seperti Cura, PrusaSlicer, atau lainnya, lalu atur parameter sesuai rekomendasi PETG. 4. Lakukan Test Print Sebelum mencetak objek besar, lakukan test kecil seperti calibration cube untuk memastikan setting sudah tepat. Pengaturan Suhu & Setting yang Direkomendasikan Berikut setting umum untuk PETG (bisa sedikit berbeda tergantung merek filament dan printer): 🔥 Suhu Nozzle 230°C – 250°C Rata-rata aman di sekitar 240°C Jika terlalu rendah → layer kurang menyatu Jika terlalu tinggi → muncul stringing berlebihan 🔥 Suhu Bed 70°C – 85°C Umumnya 75–80°C sudah cukup PETG menempel cukup kuat di bed, jadi hati-hati saat melepas hasil print. 🚀 Kecepatan Print 40–60 mm/s untuk hasil optimal Untuk kualitas tinggi, bisa turunkan ke 35–45 mm/s 🌬 Cooling Fan 30–50% saja Jangan terlalu tinggi seperti PLA karena bisa mengurangi kekuatan layer 📏 Retraction Lebih kecil dibanding PLA Biasanya 3–5 mm (Bowden) atau 1–2 mm (Direct Drive) Setting retraction yang salah sering menyebabkan stringing (benang halus di antara bagian print). Tips Penting Agar Hasil PETG Maksimal 1. Gunakan Permukaan Bed yang Tepat PETG bisa menempel terlalu kuat pada kaca polos. Untuk mencegah kerusakan: Gunakan lem stik tipis sebagai lapisan pelindung Gunakan PEI sheet dengan hati-hati Hindari langsung ke kaca tanpa pelindung 2. Atur Z-Offset dengan Benar Jangan terlalu menekan layer pertama. PETG tidak perlu ditekan terlalu rapat seperti PLA. Jika terlalu dekat, hasil bawah bisa berantakan dan sulit dilepas. 3. Kurangi Stringing PETG memang cenderung menghasilkan stringing. Untuk menguranginya: Turunkan suhu sedikit Atur retraction dengan benar Aktifkan fitur “Combing Mode” di slicer Gunakan wipe setting jika tersedia 4. Gunakan Brim Jika Perlu Untuk objek besar atau sudut tajam, gunakan brim agar tidak terjadi warping. 5. Simpan dengan Baik PETG sangat sensitif terhadap kelembapan. Simpan di: Dry box Wadah kedap udara Dengan silica gel Jika filament sudah lembap, Anda bisa mengeringkannya di suhu sekitar 50°C selama beberapa jam. Kelebihan PETG Dibanding PLA dan ABS Dibanding PLA: ✅ Lebih tahan panas ✅ Lebih kuat dan fleksibel ✅ Lebih tahan benturan Dibanding ABS: ✅ Lebih mudah dicetak ✅ Tidak memerlukan enclosure ✅ Minim bau Karena itu, PETG sering menjadi pilihan terbaik untuk pengguna yang ingin naik level dari PLA tetapi belum ingin repot seperti mencetak ABS. Kekurangan PETG Walaupun bagus, PETG juga punya beberapa tantangan: Mudah stringing Bisa terlalu lengket di bed Detail kecil sedikit kurang tajam dibanding PLA Lebih sensitif terhadap kelembapan Namun dengan setting yang tepat, semua ini bisa dikontrol. Aplikasi yang Cocok untuk PETG PETG sangat cocok untuk: Casing elektronik Dudukan kamera / bracket Komponen mekanik ringan Botol atau wadah non-makanan Bagian outdoor ringan Karena tahan air dan cukup kuat, PETG sering digunakan untuk kebutuhan fungsional, bukan hanya dekoratif. Kesimpulan PETG adalah material 3D printing yang kuat, tahan panas, dan relatif mudah digunakan. Dengan suhu nozzle sekitar 240°C, bed 75–80°C, serta pengaturan retraction yang tepat, Anda bisa mendapatkan hasil print yang kuat dan rapi. Material ini sangat cocok bagi pengguna yang ingin hasil lebih kuat dari PLA tanpa kesulitan mencetak seperti ABS. Kunci sukses mencetak PETG adalah: Kontrol suhu dengan baik Jaga filament tetap kering Atur retraction dan cooling secara seimbang Dengan sedikit eksperimen dan penyesuaian, PETG bisa menjadi salah satu filament favorit Anda dalam dunia 3D printing. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
February 11, 2026February 11, 2026

Apa Itu Selective Laser Melting (SLM) 3D Printing?

Proses, Aplikasi, Material, dan Keunggulannya Teknologi 3D printing terus berkembang dan menghadirkan berbagai metode manufaktur canggih. Salah satu teknologi yang banyak digunakan di industri adalah Selective Laser Melting (SLM). Teknologi ini memungkinkan pembuatan komponen logam yang kuat, presisi tinggi, dan kompleks dalam waktu yang relatif singkat. Lalu, apa sebenarnya SLM itu? Bagaimana prosesnya? Digunakan untuk apa saja? Dan apa kelebihannya dibanding metode produksi konvensional? Mari kita bahas dengan bahasa yang mudah dipahami. Apa Itu Selective Laser Melting (SLM)? Selective Laser Melting (SLM) adalah metode 3D printing berbasis logam yang menggunakan sinar laser berkekuatan tinggi untuk melelehkan bubuk logam secara selektif, lapis demi lapis, hingga membentuk objek tiga dimensi. Berbeda dengan printer 3D rumahan yang menggunakan plastik (filamen), SLM menggunakan serbuk logam halus seperti stainless steel, aluminium, titanium, atau paduan khusus lainnya. Teknologi ini termasuk dalam kategori Additive Manufacturing (AM), yaitu proses pembuatan benda dengan menambahkan material secara bertahap, bukan mengurangi material seperti pada proses CNC atau machining tradisional. Bagaimana Proses SLM Bekerja? Proses SLM terdiri dari beberapa tahap utama: 1. Desain Digital (CAD) Semua dimulai dari desain 3D yang dibuat menggunakan software CAD (Computer-Aided Design). Model ini kemudian diubah menjadi file yang dapat dibaca mesin 3D printer. 2. Penyebaran Bubuk Logam Mesin SLM memiliki wadah berisi bubuk logam halus. Bubuk ini diratakan menjadi lapisan tipis di atas platform cetak. 3. Peleburan dengan Laser Laser berkekuatan tinggi akan “menggambar” bentuk sesuai desain pada lapisan bubuk tersebut. Bagian yang terkena laser akan meleleh dan menyatu. 4. Proses Berlapis Setelah satu lapisan selesai, platform turun sedikit (sekitar 20–100 mikron), lalu bubuk baru disebarkan di atasnya. Proses ini diulang terus hingga objek selesai terbentuk. 5. Pendinginan dan Finishing Setelah pencetakan selesai, bagian logam didinginkan, dibersihkan dari sisa bubuk, dan bisa melalui proses tambahan seperti heat treatment atau finishing permukaan. Karena menggunakan suhu tinggi dan material logam, proses ini biasanya dilakukan dalam ruang tertutup dengan gas inert seperti argon untuk mencegah oksidasi. Material yang Digunakan dalam SLM SLM mendukung berbagai jenis logam industri, antara lain: Stainless Steel – Kuat dan tahan korosi Aluminium Alloy – Ringan dan kuat Titanium Alloy – Sangat kuat dan ringan, sering digunakan di industri medis dan aerospace Cobalt-Chrome – Digunakan untuk implan medis Nickel-based Alloy (Inconel) – Tahan panas tinggi Pemilihan material tergantung pada kebutuhan kekuatan, ketahanan panas, dan fungsi komponen yang akan dibuat. Aplikasi Selective Laser Melting SLM banyak digunakan di berbagai industri karena kemampuannya menghasilkan komponen kompleks yang sulit dibuat dengan metode tradisional. 1. Industri Aerospace Digunakan untuk membuat komponen pesawat seperti bracket, housing, dan bagian mesin yang ringan namun kuat. 2. Industri Otomotif SLM digunakan untuk membuat prototipe cepat, komponen performa tinggi, dan bagian khusus untuk mobil balap. 3. Industri Medis Teknologi ini sangat populer untuk pembuatan: Implan tulang Prostetik Alat bedah khusus Karena bisa dibuat sesuai bentuk anatomi pasien, SLM sangat ideal untuk solusi medis yang personal. 4. Industri Manufaktur Umum Digunakan untuk: Tooling dan mold Spare part khusus Komponen dengan desain kompleks Keunggulan Selective Laser Melting Teknologi SLM memiliki banyak kelebihan dibanding metode konvensional: 1. Desain Kompleks Tanpa Batas SLM memungkinkan pembuatan bentuk yang sangat rumit, seperti struktur internal berongga atau saluran pendingin internal yang tidak bisa dibuat dengan metode biasa. 2. Kekuatan Tinggi Karena logam benar-benar dilelehkan dan menyatu, hasil cetakan memiliki kekuatan mekanis yang sangat baik dan mendekati hasil manufaktur konvensional. 3. Efisiensi Material Material hanya digunakan sesuai kebutuhan. Bubuk yang tidak terpakai bisa didaur ulang untuk proses berikutnya. 4. Produksi Cepat untuk Prototipe SLM sangat cocok untuk prototyping karena tidak memerlukan cetakan atau tooling mahal. 5. Personalisasi Tinggi Cocok untuk produksi custom atau jumlah kecil tanpa biaya tambahan yang signifikan. Kekurangan yang Perlu Diperhatikan Meski canggih, SLM juga memiliki beberapa tantangan: Harga mesin sangat mahal Biaya material logam relatif tinggi Membutuhkan tenaga ahli Proses finishing tambahan sering diperlukan Namun, untuk aplikasi industri bernilai tinggi, keuntungan SLM sering kali jauh lebih besar dibanding biayanya. Kesimpulan Selective Laser Melting (SLM) adalah teknologi 3D printing berbasis logam yang menggunakan laser untuk melelehkan bubuk logam lapis demi lapis hingga membentuk objek padat. Teknologi ini banyak digunakan di industri aerospace, otomotif, medis, dan manufaktur karena kemampuannya menciptakan komponen kuat dan kompleks. Dengan fleksibilitas desain, kekuatan material yang tinggi, serta efisiensi produksi, SLM menjadi salah satu teknologi penting dalam era manufaktur modern. Ke depannya, SLM diprediksi akan semakin berkembang dan menjadi solusi utama dalam produksi komponen logam berkinerja tinggi. Jika Anda tertarik dengan dunia manufaktur digital, SLM adalah salah satu teknologi yang wajib dipahami. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • Next

Recent Posts

  • Seberapa Kuat Hasil Resin 3D Printing? Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Resin
  • SLS Powder: Panduan Lengkap Material Selective Laser Sintering untuk 3D Printing
  • Panduan Lengkap Mesin Sandblasting SLS: Mesin, Media, Parameter, dan Praktik Terbaik
  • Cara Memulai 3D Printing Dual Nozzle di Raise3D Pro2 (Panduan Pemula)
  • Cara Mengatur Filamen PVA Raise3D untuk 3D Printing (Panduan Pemula)

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • November 2024
  • August 2024
  • July 2024

Categories

  • Blog

Raise3D Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Raise3D. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia

  • raise3d@ilogoindonesia.id