Skip to content
  • Beranda
  • Produk
    • 3D Printer
    • Filaments
    • Software
    • Resins
  • Blog
  • Hubungi Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Produk
    • 3D Printer
    • Filaments
    • Software
    • Resins
  • Blog
  • Hubungi Kami

Month: April 2026

April 16, 2026April 16, 2026

Cara Memulai 3D Printing Dual Nozzle di Raise3D Pro2 (Panduan Pemula)

Menggunakan fitur dual nozzle (dua nozzle) pada printer 3D seperti Raise3D Pro2 memungkinkan Anda mencetak dengan dua jenis filamen sekaligus. Ini sangat berguna, misalnya untuk mencetak objek dengan dua warna atau menggunakan material support seperti PVA. Namun, sebelum mulai, ada satu hal penting: pastikan nozzle sudah dikalibrasi dengan benar, termasuk posisi dan tinggi nozzle. Ini penting agar hasil cetakan rapi dan kedua nozzle bekerja dengan akurat. Berikut langkah-langkah mudah untuk memulai dual nozzle printing. 1. Pasang Filamen Langkah pertama adalah memasang dua filamen: Pasang dua spool filamen di bagian kanan printer. Gunakan menu pada layar printer untuk memuat (load) filamen ke dalam nozzle. Biasanya, satu filamen masuk ke nozzle kiri, dan satu lagi ke nozzle kanan. Jika Anda belum familiar, Anda bisa melihat panduan cara load/unload filamen di manual Pro2. 2. Atur Filamen di Software ideaMaker Selanjutnya, buka software ideaMaker di komputer Anda: Masuk ke menu: Printer > Printer Settings Pastikan jumlah extruder diatur menjadi 2 Pilih jenis filamen untuk masing-masing nozzle (kiri dan kanan) Ini penting agar software tahu material apa yang digunakan dan bagaimana cara mencetaknya. 3. Aktifkan Area Cetak Nozzle Setiap nozzle memiliki area cetak yang berbeda. Untuk melihatnya: Klik menu View Aktifkan opsi “Show Extruder’s Printing Range” Dengan fitur ini, Anda bisa melihat batas area kerja masing-masing nozzle, biasanya ditandai dengan warna berbeda. 4. Atur Posisi Model Jika Anda menggunakan lebih dari satu model: Gunakan fitur “Align Together” untuk menyusun posisi model agar sesuai dengan desain awal. Klik Start, lalu pilih template cetak Masuk ke tab Per-Model Extruder untuk menentukan nozzle mana yang digunakan untuk tiap model Anda juga bisa mengatur nozzle langsung dari menu Model Info. 5. Pengaturan Lanjutan (Advanced Settings) Untuk pengaturan lebih detail: Klik dua kali pada template cetak Masuk ke menu Advanced Di sini Anda bisa: Memilih nozzle yang digunakan Mengatur support (penyangga) Mengatur kecepatan dan struktur support Software ideaMaker juga cukup pintar. Ia bisa mendeteksi apakah model membutuhkan support atau tidak, misalnya jika objek “menggantung” di udara. 6. Tambahan Platform (Raft, Brim, Skirt) Anda juga bisa menambahkan struktur tambahan di bawah model: Raft: alas tambahan untuk membantu daya lekat Brim: lapisan tipis di sekitar objek Skirt: garis di sekitar objek untuk memastikan aliran filamen Catatan: Raft tidak disarankan untuk filamen PVA atau material fleksibel. 7. Atur Retraksi Filamen Retraksi adalah proses menarik filamen ke dalam nozzle untuk mencegah tetesan (oozing). Pengaturannya ada di tab Ooze: Filamen biasa: 2–4 mm PLA Premium Raise3D: 6–10 mm Pengaturan ini membantu menjaga hasil cetakan tetap bersih. 8. Gunakan Fitur Wipe Wall Saat menggunakan dua nozzle, sering terjadi sisa filamen keluar dari nozzle yang tidak aktif. Untuk mengatasi ini, gunakan fitur Wipe Wall. Fungsinya: Membersihkan sisa filamen dari nozzle Mengurangi cacat pada hasil cetakan Beberapa pengaturannya: Wipe Wall Offset: jarak antara dinding pembersih dan model Wipe Wall Angle: sudut maksimum dinding Wipe Wall Loop Lines: ketebalan dinding Wipe Wall Type: Contoured: mengikuti bentuk objek Waterfall: mengikuti kontur horizontal Vertical: dinding vertikal sederhana Pilih jenis sesuai kebutuhan model Anda. 9. Kombinasi Filamen Tidak semua filamen bisa digunakan bersama. Beberapa kombinasi mungkin tidak kompatibel. Pastikan Anda menggunakan kombinasi yang direkomendasikan oleh Raise3D agar hasil cetakan optimal. 10. Menggunakan PVA Jika Anda menggunakan PVA sebagai material support: Pilih nozzle untuk PVA (biasanya nozzle kanan) Software ideaMaker akan otomatis menyesuaikan beberapa pengaturan Beberapa pengaturan akan terkunci (tidak bisa diedit langsung). Jika ingin mengubahnya, buka: Printer > Filament Settings > PVA 1.75mm Kesimpulan Dual nozzle printing di Raise3D Pro2 membuka banyak kemungkinan, seperti mencetak dengan dua warna atau menggunakan support yang bisa larut seperti PVA. Namun, untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda perlu memperhatikan beberapa hal penting: Kalibrasi nozzle dengan benar Gunakan pengaturan software yang sesuai Pilih kombinasi filamen yang kompatibel Manfaatkan fitur seperti support dan wipe wall Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, bahkan pemula pun bisa mulai menggunakan fitur dual extruder dengan percaya diri. Semakin sering Anda mencoba, semakin mudah memahami pengaturannya. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
April 16, 2026April 16, 2026

Cara Mengatur Filamen PVA Raise3D untuk 3D Printing (Panduan Pemula)

Menggunakan printer 3D dari Raise3D tidak hanya soal mencetak objek, tetapi juga memahami cara menyiapkan filamen dengan benar. Salah satu jenis filamen yang cukup unik adalah PVA, yaitu filamen yang bisa larut dalam air. Biasanya, PVA digunakan sebagai material support (penyangga) yang akan hilang setelah direndam air. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menggunakan filamen PVA pada printer Raise3D dengan langkah-langkah yang mudah dipahami untuk pemula. Alat yang Dibutuhkan Sebelum mulai, pastikan Anda sudah menyiapkan beberapa alat berikut: PolyBox (kotak penyimpan filamen dengan kontrol kelembapan) Desiccant (penyerap kelembapan) Guide tube (selang pengarah filamen) Persiapan Awal 1. Kalibrasi printer terlebih dahulu Sebelum menggunakan PVA, pastikan printer sudah dikalibrasi dengan benar, terutama: Tinggi nozzle Offset X/Y Hal ini penting agar pencetakan dual extruder (dua filamen) bisa berjalan dengan baik. 2. Masukkan filamen PVA ke dalam PolyBox Masukkan filamen PVA ke dalam PolyBox, lalu arahkan ujung filamen keluar melalui guide tube. 3. Atur kondisi lingkungan Lepaskan penutup printer (jika diperlukan), dan pastikan suhu ruangan sekitar 18°C. Jika ruangan terlalu dingin, Anda bisa menutup kembali printer. Perlu diingat: PVA sangat sensitif terhadap kelembapan. PolyBox digunakan untuk menjaga filamen tetap kering. Filamen PVA dari Raise3D tidak perlu dikeringkan saat pertama kali dibuka dari kemasan. Namun, jika sudah dibiarkan di udara terbuka, sebaiknya dikeringkan kembali. Tunggu hingga kelembapan di dalam PolyBox turun di bawah 15% sebelum digunakan. 4. Pasang filamen ke printer Masukkan guide tube ke sensor filament, lalu: Masukkan PVA ke hotend kanan Masukkan filamen lain (misalnya PLA) ke hotend kiri Jika hasil cetak gagal, kemungkinan PVA masih lembap. Anda bisa mengganti desiccant atau mengeringkan filamen kembali. 5. Pastikan posisi dan jalur filamen benar Pastikan selang tidak tertekuk atau kusut Letakkan PolyBox lebih tinggi dari printer Jangan memasukkan PVA ke hotend kiri Pengaturan di Software ideaMaker Pastikan Anda menggunakan versi terbaru dari software ideaMaker. 6. Buka ideaMaker Jalankan aplikasi seperti biasa. 7. Import model Klik menu File → pilih Import Models untuk memasukkan file yang akan dicetak. 8. Mulai proses slicing Klik tombol Start Slicing. 9. Pilih filamen yang tepat Pastikan Anda memilih: “[Raise3D] PVA 1.75mm” untuk extruder kanan Ini penting agar tidak terjadi kesalahan saat mencetak. 10. Pilih template cetak Contohnya, Anda bisa menggunakan template: “High Quality – Pro2 – PLA” 11. Periksa pengaturan filamen PVA Klik ikon roda gigi di sebelah nama filamen untuk melihat pengaturan. Biasanya, opsi “Override Slicing Settings” sudah aktif secara default. 12. Masuk ke pengaturan lanjutan (Advanced) Klik Edit, lalu masuk ke menu Advanced. 13. Atur support (penyangga) Di tab Support: Pilih General Support → ubah ke “All” 14. Pilih extruder untuk support Support Extruder: pilih “Right Extruder” Dense Support Extruder: pilih “Right Extruder” Artinya, PVA akan digunakan sebagai material penyangga. 15. Atur suhu extruder Di tab Temperature, aktifkan opsi: “Cool Down Inactive Extruder” 16. Simpan pengaturan Klik Save untuk menyimpan semua perubahan. 17. Mulai slicing Klik Slice untuk memproses model sebelum dicetak. Proses Printing 18. Gunakan lem PVA pada permukaan cetak Oleskan lem PVA pada build plate agar objek menempel dengan baik. 19. Periksa layer pertama Pastikan layer pertama menempel dengan baik dan tidak melengkung di bagian pinggir. 20. Perhatikan tinggi filamen saat mencetak Pastikan PLA dan PVA tercetak dengan tinggi yang sama. Jika tidak sejajar: Permukaan hasil cetak bisa jelek Perlu kalibrasi ulang nozzle 21. Hasil akhir Setelah selesai, Anda akan mendapatkan objek dengan support dari PVA yang bisa dilarutkan dengan air. Kesimpulan Menggunakan filamen PVA memang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam hal kelembapan dan pengaturan printer. Namun, hasilnya sangat bermanfaat, terutama untuk mencetak objek yang kompleks dengan banyak detail. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa mulai mencoba mencetak dengan PVA di printer Raise3D, bahkan jika Anda masih pemula. Yang terpenting: Jaga filamen tetap kering Gunakan pengaturan yang tepat Lakukan kalibrasi dengan benar Dengan begitu, hasil cetakan akan lebih rapi dan profesional. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More

Recent Posts

  • Cara Memulai 3D Printing Dual Nozzle di Raise3D Pro2 (Panduan Pemula)
  • Cara Mengatur Filamen PVA Raise3D untuk 3D Printing (Panduan Pemula)
  • Ringan dan Miniatur: Perjalanan Inovatif Nagase Integrex Bersama Raise3D Pro3 HS
  • 3D Printing Mempercepat Pengembangan Komponen Otomotif: Raise3D Membantu Baolu Automotive Menciptakan Proses Validasi Produk yang Lebih Efisien dan Fleksibel
  • Delapan Tahun Kolaborasi Mendalam: Raise3D N2 dan Pro2 Membawa Kekuatan Modern ke Kerajinan Tradisional Atelier Naval

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • November 2024
  • August 2024
  • July 2024

Categories

  • Blog

Raise3D Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Raise3D. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia

  • raise3d@ilogoindonesia.id