Skip to content
  • Beranda
  • Produk
    • 3D Printer
    • Filaments
    • Software
    • Resins
  • Blog
  • Hubungi Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Produk
    • 3D Printer
    • Filaments
    • Software
    • Resins
  • Blog
  • Hubungi Kami

Month: February 2026

February 11, 2026February 11, 2026

Panduan 3D Printing PETG: Langkah, Pengaturan, Suhu & Tips Praktis

Dalam dunia 3D printing, selain PLA dan ABS, ada satu material yang semakin populer karena kekuatannya dan kemudahan penggunaannya, yaitu PETG. Material ini sering dianggap sebagai “titik tengah” antara PLA yang mudah dicetak dan ABS yang kuat serta tahan panas. Jika Anda ingin mencoba mencetak menggunakan PETG atau ingin meningkatkan kualitas hasil print Anda, panduan ini akan membantu memahami langkah, pengaturan suhu, serta tips pentingnya dengan bahasa yang mudah dipahami. Apa Itu PETG? PETG adalah singkatan dari Polyethylene Terephthalate Glycol. Ini adalah versi modifikasi dari PET (plastik yang sering digunakan pada botol minuman), yang ditambahkan glycol agar lebih mudah dicetak dan tidak mudah retak. Karakteristik utama PETG: Lebih kuat dan tahan benturan dibanding PLA Tidak mudah retak seperti ABS Tahan air dan bahan kimia ringan Permukaan hasil print cenderung mengkilap Minim bau saat dicetak Karena sifatnya ini, PETG sering digunakan untuk membuat casing elektronik, bracket, part mekanikal ringan, hingga wadah yang membutuhkan ketahanan ekstra. Langkah-Langkah Mencetak dengan PETG Berikut tahapan dasar dalam mencetak menggunakan filament PETG: 1. Pastikan Printer Siap Hampir semua printer 3D FDM modern bisa mencetak PETG, asalkan memiliki: Heated bed (meja pemanas) Nozzle yang mampu mencapai suhu minimal 240°C 2. Pastikan Filament Kering PETG mudah menyerap kelembapan dari udara. Jika lembap, hasil print bisa berbuih atau muncul stringing berlebihan. Simpan filament dalam wadah tertutup dengan silica gel atau gunakan filament dryer jika perlu. 3. Atur Slicer dengan Benar Gunakan software slicer seperti Cura, PrusaSlicer, atau lainnya, lalu atur parameter sesuai rekomendasi PETG. 4. Lakukan Test Print Sebelum mencetak objek besar, lakukan test kecil seperti calibration cube untuk memastikan setting sudah tepat. Pengaturan Suhu & Setting yang Direkomendasikan Berikut setting umum untuk PETG (bisa sedikit berbeda tergantung merek filament dan printer): 🔥 Suhu Nozzle 230°C – 250°C Rata-rata aman di sekitar 240°C Jika terlalu rendah → layer kurang menyatu Jika terlalu tinggi → muncul stringing berlebihan 🔥 Suhu Bed 70°C – 85°C Umumnya 75–80°C sudah cukup PETG menempel cukup kuat di bed, jadi hati-hati saat melepas hasil print. 🚀 Kecepatan Print 40–60 mm/s untuk hasil optimal Untuk kualitas tinggi, bisa turunkan ke 35–45 mm/s 🌬 Cooling Fan 30–50% saja Jangan terlalu tinggi seperti PLA karena bisa mengurangi kekuatan layer 📏 Retraction Lebih kecil dibanding PLA Biasanya 3–5 mm (Bowden) atau 1–2 mm (Direct Drive) Setting retraction yang salah sering menyebabkan stringing (benang halus di antara bagian print). Tips Penting Agar Hasil PETG Maksimal 1. Gunakan Permukaan Bed yang Tepat PETG bisa menempel terlalu kuat pada kaca polos. Untuk mencegah kerusakan: Gunakan lem stik tipis sebagai lapisan pelindung Gunakan PEI sheet dengan hati-hati Hindari langsung ke kaca tanpa pelindung 2. Atur Z-Offset dengan Benar Jangan terlalu menekan layer pertama. PETG tidak perlu ditekan terlalu rapat seperti PLA. Jika terlalu dekat, hasil bawah bisa berantakan dan sulit dilepas. 3. Kurangi Stringing PETG memang cenderung menghasilkan stringing. Untuk menguranginya: Turunkan suhu sedikit Atur retraction dengan benar Aktifkan fitur “Combing Mode” di slicer Gunakan wipe setting jika tersedia 4. Gunakan Brim Jika Perlu Untuk objek besar atau sudut tajam, gunakan brim agar tidak terjadi warping. 5. Simpan dengan Baik PETG sangat sensitif terhadap kelembapan. Simpan di: Dry box Wadah kedap udara Dengan silica gel Jika filament sudah lembap, Anda bisa mengeringkannya di suhu sekitar 50°C selama beberapa jam. Kelebihan PETG Dibanding PLA dan ABS Dibanding PLA: ✅ Lebih tahan panas ✅ Lebih kuat dan fleksibel ✅ Lebih tahan benturan Dibanding ABS: ✅ Lebih mudah dicetak ✅ Tidak memerlukan enclosure ✅ Minim bau Karena itu, PETG sering menjadi pilihan terbaik untuk pengguna yang ingin naik level dari PLA tetapi belum ingin repot seperti mencetak ABS. Kekurangan PETG Walaupun bagus, PETG juga punya beberapa tantangan: Mudah stringing Bisa terlalu lengket di bed Detail kecil sedikit kurang tajam dibanding PLA Lebih sensitif terhadap kelembapan Namun dengan setting yang tepat, semua ini bisa dikontrol. Aplikasi yang Cocok untuk PETG PETG sangat cocok untuk: Casing elektronik Dudukan kamera / bracket Komponen mekanik ringan Botol atau wadah non-makanan Bagian outdoor ringan Karena tahan air dan cukup kuat, PETG sering digunakan untuk kebutuhan fungsional, bukan hanya dekoratif. Kesimpulan PETG adalah material 3D printing yang kuat, tahan panas, dan relatif mudah digunakan. Dengan suhu nozzle sekitar 240°C, bed 75–80°C, serta pengaturan retraction yang tepat, Anda bisa mendapatkan hasil print yang kuat dan rapi. Material ini sangat cocok bagi pengguna yang ingin hasil lebih kuat dari PLA tanpa kesulitan mencetak seperti ABS. Kunci sukses mencetak PETG adalah: Kontrol suhu dengan baik Jaga filament tetap kering Atur retraction dan cooling secara seimbang Dengan sedikit eksperimen dan penyesuaian, PETG bisa menjadi salah satu filament favorit Anda dalam dunia 3D printing. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
February 11, 2026February 11, 2026

Apa Itu Selective Laser Melting (SLM) 3D Printing?

Proses, Aplikasi, Material, dan Keunggulannya Teknologi 3D printing terus berkembang dan menghadirkan berbagai metode manufaktur canggih. Salah satu teknologi yang banyak digunakan di industri adalah Selective Laser Melting (SLM). Teknologi ini memungkinkan pembuatan komponen logam yang kuat, presisi tinggi, dan kompleks dalam waktu yang relatif singkat. Lalu, apa sebenarnya SLM itu? Bagaimana prosesnya? Digunakan untuk apa saja? Dan apa kelebihannya dibanding metode produksi konvensional? Mari kita bahas dengan bahasa yang mudah dipahami. Apa Itu Selective Laser Melting (SLM)? Selective Laser Melting (SLM) adalah metode 3D printing berbasis logam yang menggunakan sinar laser berkekuatan tinggi untuk melelehkan bubuk logam secara selektif, lapis demi lapis, hingga membentuk objek tiga dimensi. Berbeda dengan printer 3D rumahan yang menggunakan plastik (filamen), SLM menggunakan serbuk logam halus seperti stainless steel, aluminium, titanium, atau paduan khusus lainnya. Teknologi ini termasuk dalam kategori Additive Manufacturing (AM), yaitu proses pembuatan benda dengan menambahkan material secara bertahap, bukan mengurangi material seperti pada proses CNC atau machining tradisional. Bagaimana Proses SLM Bekerja? Proses SLM terdiri dari beberapa tahap utama: 1. Desain Digital (CAD) Semua dimulai dari desain 3D yang dibuat menggunakan software CAD (Computer-Aided Design). Model ini kemudian diubah menjadi file yang dapat dibaca mesin 3D printer. 2. Penyebaran Bubuk Logam Mesin SLM memiliki wadah berisi bubuk logam halus. Bubuk ini diratakan menjadi lapisan tipis di atas platform cetak. 3. Peleburan dengan Laser Laser berkekuatan tinggi akan “menggambar” bentuk sesuai desain pada lapisan bubuk tersebut. Bagian yang terkena laser akan meleleh dan menyatu. 4. Proses Berlapis Setelah satu lapisan selesai, platform turun sedikit (sekitar 20–100 mikron), lalu bubuk baru disebarkan di atasnya. Proses ini diulang terus hingga objek selesai terbentuk. 5. Pendinginan dan Finishing Setelah pencetakan selesai, bagian logam didinginkan, dibersihkan dari sisa bubuk, dan bisa melalui proses tambahan seperti heat treatment atau finishing permukaan. Karena menggunakan suhu tinggi dan material logam, proses ini biasanya dilakukan dalam ruang tertutup dengan gas inert seperti argon untuk mencegah oksidasi. Material yang Digunakan dalam SLM SLM mendukung berbagai jenis logam industri, antara lain: Stainless Steel – Kuat dan tahan korosi Aluminium Alloy – Ringan dan kuat Titanium Alloy – Sangat kuat dan ringan, sering digunakan di industri medis dan aerospace Cobalt-Chrome – Digunakan untuk implan medis Nickel-based Alloy (Inconel) – Tahan panas tinggi Pemilihan material tergantung pada kebutuhan kekuatan, ketahanan panas, dan fungsi komponen yang akan dibuat. Aplikasi Selective Laser Melting SLM banyak digunakan di berbagai industri karena kemampuannya menghasilkan komponen kompleks yang sulit dibuat dengan metode tradisional. 1. Industri Aerospace Digunakan untuk membuat komponen pesawat seperti bracket, housing, dan bagian mesin yang ringan namun kuat. 2. Industri Otomotif SLM digunakan untuk membuat prototipe cepat, komponen performa tinggi, dan bagian khusus untuk mobil balap. 3. Industri Medis Teknologi ini sangat populer untuk pembuatan: Implan tulang Prostetik Alat bedah khusus Karena bisa dibuat sesuai bentuk anatomi pasien, SLM sangat ideal untuk solusi medis yang personal. 4. Industri Manufaktur Umum Digunakan untuk: Tooling dan mold Spare part khusus Komponen dengan desain kompleks Keunggulan Selective Laser Melting Teknologi SLM memiliki banyak kelebihan dibanding metode konvensional: 1. Desain Kompleks Tanpa Batas SLM memungkinkan pembuatan bentuk yang sangat rumit, seperti struktur internal berongga atau saluran pendingin internal yang tidak bisa dibuat dengan metode biasa. 2. Kekuatan Tinggi Karena logam benar-benar dilelehkan dan menyatu, hasil cetakan memiliki kekuatan mekanis yang sangat baik dan mendekati hasil manufaktur konvensional. 3. Efisiensi Material Material hanya digunakan sesuai kebutuhan. Bubuk yang tidak terpakai bisa didaur ulang untuk proses berikutnya. 4. Produksi Cepat untuk Prototipe SLM sangat cocok untuk prototyping karena tidak memerlukan cetakan atau tooling mahal. 5. Personalisasi Tinggi Cocok untuk produksi custom atau jumlah kecil tanpa biaya tambahan yang signifikan. Kekurangan yang Perlu Diperhatikan Meski canggih, SLM juga memiliki beberapa tantangan: Harga mesin sangat mahal Biaya material logam relatif tinggi Membutuhkan tenaga ahli Proses finishing tambahan sering diperlukan Namun, untuk aplikasi industri bernilai tinggi, keuntungan SLM sering kali jauh lebih besar dibanding biayanya. Kesimpulan Selective Laser Melting (SLM) adalah teknologi 3D printing berbasis logam yang menggunakan laser untuk melelehkan bubuk logam lapis demi lapis hingga membentuk objek padat. Teknologi ini banyak digunakan di industri aerospace, otomotif, medis, dan manufaktur karena kemampuannya menciptakan komponen kuat dan kompleks. Dengan fleksibilitas desain, kekuatan material yang tinggi, serta efisiensi produksi, SLM menjadi salah satu teknologi penting dalam era manufaktur modern. Ke depannya, SLM diprediksi akan semakin berkembang dan menjadi solusi utama dalam produksi komponen logam berkinerja tinggi. Jika Anda tertarik dengan dunia manufaktur digital, SLM adalah salah satu teknologi yang wajib dipahami. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More

Recent Posts

  • Cara Memulai 3D Printing Dual Nozzle di Raise3D Pro2 (Panduan Pemula)
  • Cara Mengatur Filamen PVA Raise3D untuk 3D Printing (Panduan Pemula)
  • Ringan dan Miniatur: Perjalanan Inovatif Nagase Integrex Bersama Raise3D Pro3 HS
  • 3D Printing Mempercepat Pengembangan Komponen Otomotif: Raise3D Membantu Baolu Automotive Menciptakan Proses Validasi Produk yang Lebih Efisien dan Fleksibel
  • Delapan Tahun Kolaborasi Mendalam: Raise3D N2 dan Pro2 Membawa Kekuatan Modern ke Kerajinan Tradisional Atelier Naval

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • November 2024
  • August 2024
  • July 2024

Categories

  • Blog

Raise3D Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Raise3D. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia

  • raise3d@ilogoindonesia.id