Dalam dunia 3D printing, selain PLA dan ABS, ada satu material yang semakin populer karena kekuatannya dan kemudahan penggunaannya, yaitu PETG. Material ini sering dianggap sebagai “titik tengah” antara PLA yang mudah dicetak dan ABS yang kuat serta tahan panas.
Jika Anda ingin mencoba mencetak menggunakan PETG atau ingin meningkatkan kualitas hasil print Anda, panduan ini akan membantu memahami langkah, pengaturan suhu, serta tips pentingnya dengan bahasa yang mudah dipahami.
Apa Itu PETG?
PETG adalah singkatan dari Polyethylene Terephthalate Glycol. Ini adalah versi modifikasi dari PET (plastik yang sering digunakan pada botol minuman), yang ditambahkan glycol agar lebih mudah dicetak dan tidak mudah retak.
Karakteristik utama PETG:
-
Lebih kuat dan tahan benturan dibanding PLA
-
Tidak mudah retak seperti ABS
-
Tahan air dan bahan kimia ringan
-
Permukaan hasil print cenderung mengkilap
-
Minim bau saat dicetak
Karena sifatnya ini, PETG sering digunakan untuk membuat casing elektronik, bracket, part mekanikal ringan, hingga wadah yang membutuhkan ketahanan ekstra.
Langkah-Langkah Mencetak dengan PETG
Berikut tahapan dasar dalam mencetak menggunakan filament PETG:
1. Pastikan Printer Siap
Hampir semua printer 3D FDM modern bisa mencetak PETG, asalkan memiliki:
-
Heated bed (meja pemanas)
-
Nozzle yang mampu mencapai suhu minimal 240°C
2. Pastikan Filament Kering
PETG mudah menyerap kelembapan dari udara. Jika lembap, hasil print bisa berbuih atau muncul stringing berlebihan. Simpan filament dalam wadah tertutup dengan silica gel atau gunakan filament dryer jika perlu.
3. Atur Slicer dengan Benar
Gunakan software slicer seperti Cura, PrusaSlicer, atau lainnya, lalu atur parameter sesuai rekomendasi PETG.
4. Lakukan Test Print
Sebelum mencetak objek besar, lakukan test kecil seperti calibration cube untuk memastikan setting sudah tepat.
Pengaturan Suhu & Setting yang Direkomendasikan
Berikut setting umum untuk PETG (bisa sedikit berbeda tergantung merek filament dan printer):
🔥 Suhu Nozzle
-
230°C – 250°C
-
Rata-rata aman di sekitar 240°C
Jika terlalu rendah → layer kurang menyatu
Jika terlalu tinggi → muncul stringing berlebihan
🔥 Suhu Bed
-
70°C – 85°C
-
Umumnya 75–80°C sudah cukup
PETG menempel cukup kuat di bed, jadi hati-hati saat melepas hasil print.
🚀 Kecepatan Print
-
40–60 mm/s untuk hasil optimal
-
Untuk kualitas tinggi, bisa turunkan ke 35–45 mm/s
🌬 Cooling Fan
-
30–50% saja
-
Jangan terlalu tinggi seperti PLA karena bisa mengurangi kekuatan layer
📏 Retraction
-
Lebih kecil dibanding PLA
-
Biasanya 3–5 mm (Bowden) atau 1–2 mm (Direct Drive)
Setting retraction yang salah sering menyebabkan stringing (benang halus di antara bagian print).
Tips Penting Agar Hasil PETG Maksimal
1. Gunakan Permukaan Bed yang Tepat
PETG bisa menempel terlalu kuat pada kaca polos. Untuk mencegah kerusakan:
-
Gunakan lem stik tipis sebagai lapisan pelindung
-
Gunakan PEI sheet dengan hati-hati
-
Hindari langsung ke kaca tanpa pelindung
2. Atur Z-Offset dengan Benar
Jangan terlalu menekan layer pertama. PETG tidak perlu ditekan terlalu rapat seperti PLA. Jika terlalu dekat, hasil bawah bisa berantakan dan sulit dilepas.
3. Kurangi Stringing
PETG memang cenderung menghasilkan stringing. Untuk menguranginya:
-
Turunkan suhu sedikit
-
Atur retraction dengan benar
-
Aktifkan fitur “Combing Mode” di slicer
-
Gunakan wipe setting jika tersedia
4. Gunakan Brim Jika Perlu
Untuk objek besar atau sudut tajam, gunakan brim agar tidak terjadi warping.
5. Simpan dengan Baik
PETG sangat sensitif terhadap kelembapan. Simpan di:
-
Dry box
-
Wadah kedap udara
-
Dengan silica gel
Jika filament sudah lembap, Anda bisa mengeringkannya di suhu sekitar 50°C selama beberapa jam.
Kelebihan PETG Dibanding PLA dan ABS
Dibanding PLA:
✅ Lebih tahan panas
✅ Lebih kuat dan fleksibel
✅ Lebih tahan benturan
Dibanding ABS:
✅ Lebih mudah dicetak
✅ Tidak memerlukan enclosure
✅ Minim bau
Karena itu, PETG sering menjadi pilihan terbaik untuk pengguna yang ingin naik level dari PLA tetapi belum ingin repot seperti mencetak ABS.
Kekurangan PETG
Walaupun bagus, PETG juga punya beberapa tantangan:
-
Mudah stringing
-
Bisa terlalu lengket di bed
-
Detail kecil sedikit kurang tajam dibanding PLA
-
Lebih sensitif terhadap kelembapan
Namun dengan setting yang tepat, semua ini bisa dikontrol.
Aplikasi yang Cocok untuk PETG
PETG sangat cocok untuk:
-
Casing elektronik
-
Dudukan kamera / bracket
-
Komponen mekanik ringan
-
Botol atau wadah non-makanan
-
Bagian outdoor ringan
Karena tahan air dan cukup kuat, PETG sering digunakan untuk kebutuhan fungsional, bukan hanya dekoratif.
Kesimpulan
PETG adalah material 3D printing yang kuat, tahan panas, dan relatif mudah digunakan. Dengan suhu nozzle sekitar 240°C, bed 75–80°C, serta pengaturan retraction yang tepat, Anda bisa mendapatkan hasil print yang kuat dan rapi.
Material ini sangat cocok bagi pengguna yang ingin hasil lebih kuat dari PLA tanpa kesulitan mencetak seperti ABS.
Kunci sukses mencetak PETG adalah:
-
Kontrol suhu dengan baik
-
Jaga filament tetap kering
-
Atur retraction dan cooling secara seimbang
Dengan sedikit eksperimen dan penyesuaian, PETG bisa menjadi salah satu filament favorit Anda dalam dunia 3D printing.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan raise3d indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi raise3d.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
